berlinqq – Dalam agama islam, segala jenis perjudian baik secara online maupun bukan online sangatlah dilarang dan haram hukumnya. Alasannya secara besar yakni judi mendatangkan banyak kerugian dibandingkan manfaatnya. Berikut ini beberapa dasar hukum judi online menurut islam.

  1.  Dalam surat Al-Baqarah ayat 219

Pada surat al-baqarah ayat 219 berisikan para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai khamar dan judi. Lalu Allah besabda katakanlah kepada mereka pada keduanya terdapat dosa yang besar dan sedikit manfaatnya untuk manusia. Akan tetapi dosa keduanya sangatlah besar. Lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah apa yang mereka nafkahkan. Jawablah yang lebih keperluannya.

Dalam surat al-baqarah ayat 219 pada intinya menjelaskan bahwa pada khamar dan judi, keduanya memiliki dosa dan manfaatnya. Akan tetapi keduanya memiliki dosa yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya yang memang hanyalah sedikit. Oleh karenanya ada baiknya jauhi segala hal yang memiliki dampak negative yang banyak dan berdampak besar.

Surat al-baqarah ayat 219 ini turun menurut hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Hurairah disebabkan ketika Nabi Muhammad SAW mendapati para sahabatnya ada yang berjudi dan meminum khamar. Dimana pada saat itu kedua hal tersebut merupakan kebiasaan turun-temurun. Lalu para sahabat menanyakan hukumnya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelahnya Allah menjawab dengan diturunkannya ayar ini.

Para sahabatpun langsung memahami apa yang disampaikan oleh Allah SWT melalui ayat ini. Yakni bahwa khamar dan judi merupakan hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Serta kedua kegiatan tersebut ialah kegiatan yang banyak mendatangkan keburukan dibandingkan manfaarnya.

kami adalah situs berlinqq yang aman dan terpercaya

  1. Dalam surat Al-Maidah ayat 90-91

Dasar hukum judi online menurut islam selanjutnya diperjelas oleh Allah SWT dalam surat al-maidah ayat 90 dan 91. Dalam surat al-maidah ayat 90-91, Allah SWT mempertegas dengan mengatakan bahwa meminum khamar, berjudi, mengundi nasib dengan panah merupakan perbuatan syaitan. Oleh karenanya jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut. Apalagi melihat berapa banyak keburukan yang diakibatkan oleh judi, mengapa tak segera untuk meghentikan kegiatan yang manfaatnya sangat sedikit dibandingkan keburukannya?. Apalagi Allah SWT sudah dengan tegas dalam ayat ini dengan kalimat “Maka Berhentilah Kamu”. Maka sungguh, untuk kebaikan kita semua tinggalkan judi dan minum khamar.

Apabila ditilik sebab ayat ini turun ialah sesuai dengan yang diriwayatkan dalam hadist Imam Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi dari Umar bin Khatab. Dimana ayat ini turun ketikan Umar bin Khatab berdoa untuk mempertanyakan mengenai hukum minum khamar dan berjudi dengan jelas. Lalu Allah menjawab doa tersebut dengan diturunkannya surat al-maidah ayat 90 hingga 91 ini.

Segera setelah ayat ini turun, pada potongan ayat yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ialah “Maka berhentilah kamu”. Umar bin Khatab segera menjawab kami akan berhenti. Sungguh dengan demikian itu, dapat disimpulkan bahwa khamar dan berjudi termasuk didalamya judi online merupakan perbuatan-perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

  1. Dalam berbagai hadist

Banyak hadist yang dapat dijadikan dasar hukum judi termasuk judi online. Diantaranya yakni hadist yang diriwayatkan oleh Abu musa al-asy’ari, dan hadist yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah.

Dalam hadist yang diriwatkan oleh abu musa al-asy’ari bermakna bahwa bagi siapa yang melakukan perjudian dengan jenis apapun maka sesungguhnya orang tersebut telah durhaka kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Lalu dalam hadist yang diriwayatkan oleh abi hurairah memili makna bahwa siapa saja yang mengajak teman untuk bermain judi, maka harus menebusnya dengan bersedekah. Dalam kedua hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan perjudian sangatlah tidak disukai Allah SWT.  Jadi jauhila perjudian.

Maka, itulah 3 dasar mengenai hukum judi online menurut islam. Pada dasarnya, islam pada saat melarang sesuatu itu bukanlah tanpa sebab. Semuanya ada alasan dibalik itu semua. Disini sebagai manusia kita harus menyadari, bahwa kita merupakan makhluk yang lemah apabila dibandingkan dengan Allah SWT. Banyak hal yang tidak kita ketahui, namun Allah SWT mengetahuinya. Jadi apa yang kita banggakan?.

Write Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Recent Posts

Meta