Judi slot online, seperti jenis game perjudiannya lainnya, faktanya bisa memberikan efek buruk bagi pemainnya yang telah kecanduan. Dampak tersebut ternyata tidak hanya mengenai satu aspek kehidupan saja, melainkan hampir semua. Itulah mengapa, seseorang yang telanjur berjudi peluangnya lebih besar untuk jatuh ke jurang kemiskinan daripada sukses menjadi milyader.

Seseorang yang mengalami kegagalan di dunia perjudian, akan segera terpuruk di dunia nyata juga. Mengapa demikian? Sebab kebiasaan judi slot online akan membuat semua hal yang lainnya terbengkalai karena terlalu fokus mengejar kemenangan yang semu. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa rusak akibat kebiasaan berjudi:

 

Aspek Mental Pribadi Pejudi

Secara mental, seorang pecandu judi dalam bentuk apapun, bisa dengan mudah sekali terganggu. Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti stres, cemas, bahkan depresi. Seorang pecandu judi slot online memiliki potensi tinggi untuk terpapar stressor, seperti ekspektasi memenangkan permainan, kekhawatiran jika kalah taruhan, takut tidak bisa membayar hutang, atau was-was ditangkap polisi.

 

Jika dibiarkan terus-menerus rasa cemas tersebut akan menjadi pemicu gangguan mentala yang lebih serius seperti depresi. Faktor ekonomi bisa menjadi stressor yang paling mempengaruhi hal tersebut. Apalagi jika pejudi meminjam uang untuk digunakan sebagai modal, namun ternyata kalah habis-habisan dan akhirnya dikejar-kejar hutang. Pola hidup seperti ini tentunya jauh sekali dari ketenangan dan kedamaian.

 

Aspek Sosial Pejudi

Seorang judi slot online bisa menyeret orang-orang di sekitarnya menuju jurang kemiskinan. Yang pertama, tentunya adalah keluarga inti. Jika seseorang tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup di dalam keluarga, tentunya hal ini akan menimbulkan perpecahan. Pertengkaran akan terus terjadi dalam rumah tangga dengan pasangan, sementara kebutuhan anak akan terbengkalai, baik finansial maupun psikisnya.

 

Selain itu, potensi terjadinya permusuhan juga sangat besar dalam dunia perjudian antar sesama pemain. Sebab di sana, seorang pemain akan saling memboikot, memanipulasi, menipu, dan bersaing habis-habisan dengan pemain yang lain. Gesekan ini bisa menimbulkan emosi dan tak jarang berujung pada tindak kekerasan. Perjudian inilah yang bisa juga memicu bentuk tindak kriminal yang lain.

 

Aspek Hukum

Negara pada kenyataannya telah mengatur tindak pelanggaran perjudian pada beberapa undang-undang yang disahkan, seperti pada pasal 303 ayat 1 KUHP dan pasal 27 ayat 2 UU ITE. Menurut pasal 303 ayat 1 KUHP, seseorang bisa dikenai hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda dua puluh lima juta rupiah. Sedangkan pada pasa 27 ayat 2 UU ITE, pelanggar aturan tersebut bisa dihuku, paling lama enam tahun penjara dan denda hingga satu miliar rupiah.

 

Aspek Agama

Tak perlu dipertanyakan lagi, semua agama resmi di Indonesia melarang judi slot online atau segala bentuk perjudian lainnya. Dalam Islam, perjudian jelas-jelas diharamkan karena hanya akan membawa keburukan dan membuat lupa pemain pada Tuhan-Nya yang memberikan segala rezeki yang berkah. Hal ini diterangkan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an, seperti pada QS. Al Maidah ayat 90-91.

 

Pada ayat tersebut disebutkan bahwa meminum khamar atau alkohol dan berjudi adalah termasuk perbuatan setan dan bisa menimbulkan permusuhan serta kebencian terhadap sesama. Diserukan juga untuk menjauhi perbuatan-perbuatan tersebut agar mendapat keberuntungan. Dalam QS. Al Maidah ayat 2 juga diserukan untuk saling tolong-menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, bukan dalam dosa dan melakukan pelanggaran.

Seseorang yang melakukan segala sesuatu yang diharamkan akan berdosa dan mendapat balasannya kelak ketika di akhirat. Jauh dari agama juga akan membuat seseorang merasa tidak pernah tenang hatinya dan diliputi perasaan bersalah.

 

Nah, demikian tadi adalah ba sangat merugikan sekali, bukan? Untuk itu, jauhilah judi slot online, serta semua jenis permainan lain yang mengandung unsur judi. Bila ada saudara atau rekan Anda yang terjerumus di dunia perjudian, sebaiknya segera diingatkan untuk berhenti. Jika hal tersebut terlalu berat, mintalah bantuan kepada pihak lain seperti anggota keluarga lain, perangkat desa, psikolog atau psikiater, atau pihak berwajib.

 

Semoga artikel di atas bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk Anda. Sampai jumpa.

Write Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

Recent Posts

Meta